Review Jurnal Filsafat Nasional: Landasan Aksiologis Pemikiran Bung Hatta Tentang Demokrasi

Mata Kuliah : Filsafat Ilmu
Nama : Puput Puspita Ningrat
Nim : 203010702029
Jurusan : Ilmu Administrasi Negara/A

Review Jurnal Filsafat Nasional
Judul jurnal : Landasan Aksiologis Pemikiran Bung Hatta Tentang Demokrasi
Jurnal : Jurnal Filsafat
Volume dan halaman : vol. 21 No. 2, Agustus 2011 halaman 88-89
Tahun : 2011
Penulis : Ahmad Zubaidi
Link : www.neliti.com/id/publications/80340/landasan-aksiologis-pemikiran-bung-hatta-tentang-demokrasi
Reviewer : Puput Puspita Ningrat (203010702029)
A. Latar Belakang
Belakangan ini pelaksanaan demokrasi di Indonesia mendapat banyak sorotan dari berbagai pihak. Pada dasarnya landasan konsep demokrasi Indonesia adalah Pancasila khususnya sila keempat. Kata kunci sila keempat adalah 'kerakyatan' yang bermakna kedaulatan rakyat yang sejajar dengan istilah 'demokrasi'. Secara tekstual, landasan demokrasi Indonesia memang tertuang didalam Pancasila, namun penjabarannya memerlukan penafsiran dan pemahaman yang jernih. Maka dari itu, tujuan dari penulisan jurnal ini adalah dalam rangka untuk mencapai pemahaman yang jernih mengenai hakikat demokrasi dengan melakukan penelitian mendalam tentang pemikiran para tokoh bangsa Indonesia yang ikut aktif dalam perumusan Pancasila, salah satunya adalah bung Hatta.
B. Metode Penulisan
Penelitian pada jurnal menggunakan metode penelitian studi pustaka dengan mengambil data dari berbagai literatur atau bahan bacaan lainnya berdasarkan sumber yang jelas dan terpercaya. Pada jurnal, penulis mengutip beberapa pernyataan baik dari Muhammad Hatta sendiri maupun para ahli lain seperti Miriam Budiardjo. 
C. Teori Pembahasan
Sejak berusia 15 tahun, Bung Hatta sudah aktif berorganisasi dan rajin membaca tentang berbagai persoalan sosial dan politik. Pengalamannya studi di Eropa serta buku-buku bacaannya, membawa pemikiran Bung Hatta sangat maju kerena mendapatkan banyak inspirasi dari para intelektual dunia, termasuk pemikiran para filsuf dari Barat dan Timur.
Pemikiran Bung Hatta Tentang Demokrasi lebih banyak mengacu kepada ajaran Islam. Apabila ditinjau dari kacamata ilmu filsafat, penelitian mengenai demokrasi lebih banyak dibahas didalam filsafat politik, yaitu demokrasi dijadikan sebagai objek material, sedangkan tinjauan aksiologis digunakan sebagai objek formalnya. 
Pembahasan konsep demokrasi Bung Hatta apabila ditinjau dari sudut Aksiologisnya akan terarah kepada muatan nilai-nilainya. Bung Hatta menegaskan bahwa landasan demokrasi Indonesia tidak lain adalah Pancasila, khususnya sila keempat dan pemahaman terhadap sila keempat tersebut tidak bisa dipisahkan dari sila-sila lainnya.
Bung Hatta menyatakan bahwa demokrasi Indonesia yang bercorak kerakyatan hendaklah berjalan diatas nilai-nilai kebenaran, keadilan, kebaikan, kejujuran, kesucian dan keindahan. Nilai-nilai tersebut apabila ditinjau dari perspektif aksiologis, khususnya teori hierarki/jenjang nilai dari Scheller, konsep demokrasi Bung Hatta tersebut telah mewakili beberapa jenjang nilai, yaitu nilai kenikmatan material, nilai vital, nilai spiritual (kejiwaan) dan nilai religius. 
Konsep demokrasi politik yang dikembangkan Bung Hatta adalah demokrasi konstitusional. Demokrasi konstitusional adalah gagasan untuk pemerintah yang demokratik dengan cirinya adalah pemerintah yang terbatas kekuasaannya dan tidak dibenarkan bertindak sewenang-wenang terhadap warga negaranya. Disamping demokrasi politik, Bung Hatta juga mengembangkan konsep demokrasi ekonomi dan demokrasi sosial.
D. Opini Saya dan Kesimpulan
Pada jurnal dijelaskan dengan rinci mengenai latar belakang pendidikan Bung Hatta sehingga pembaca dapat dengan mudah mengetahui asal mula pemikiran yang mempengaruhi pemikiran Bung Hatta. Penjabaran mengenai konsep demokrasi sangat jelas. Selain itu, penulis juga banyak menampilkan kutipan kalimat Bung Hatta sehingga membuat pembaca lebih mudah memahami jalan dan pola pikir dari sosok Bung Hatta. Lebih lanjut, penulis juga menyebutkan beberapa buku karya Bung Hatta yang dapat menjadi referensi bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai pemikiran Bung Hatta.
Kekurangan pada jurnal ini ialah pada uraian pendahuluan dibuat terlalu panjang dan kurang berhubungan dengan judul jurnal maupun urain setelahnya. Selain itu, penulis menulis bagian abstrak jurnal hanya dalam versi bahasa Inggris dan tidak membuat versi bahasa Indonesia.
Hasil dari penelitian ini adalah meskipun Bung Hatta banyak belajar dari pemikiran Barat, namun pemikiran Bung Hatta mengenai demokrasi tidak sama dengan konsep demokrasi Barat yang liberal. Bung Hatta mengembangkan demokrasi khas Indonesia yang berakal pada nilai-nilai asli bangsa Indonesia.
E. Kepustakaan
Zubaidi, Ahmad. (2011). Landasan Aksiologis Pemikiran Bung Hatta Tentang Demokrasi. Jurnal Filsafat. 21, 88-98

Postingan populer dari blog ini

Perbandingan Buku "Filsafat Ilmu (Kajian Filosofis Atas Sejarah dan Metodologi Ilmu Pengetahuan) Dengan Buku "Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Ilmu Populer"

Perbandingan Jurnal Nasional "Konsep Pemikiran Filsafat Muhammad Iqbal Tentang Pendidikan dan Relevansinya Dengan Pembangunan Karakter Bagi Bangsa Indonesia" dengan Jurnal Internasional "Introduction: Philosophy of Science in Practice"

Perbandingan Buku "Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Ilmu Populer" Dengan Buku "Pengantar Filsafat Ilmu"