Review Jurnal Filsafat Nasional: Etika Bimbingan dan Konseling Dalam Pendekatan Filsafat Ilmu
Mata Kuliah : Filsafat Ilmu
Nama : Puput Puspita Ningrat
Nim : 203010702029
Jurusan : Ilmu Administrasi Negara/A
Review Jurnal Filsafat Nasional
Jurnal : Indonesian journal of educational counseling
Volume dan halaman : volume 2, no. 1, Januari 2018 halaman 1-12
Tahun : 2018
Penulis : Alfaiz Faiz, Ari Dharmayanti, Nofrita
Reviewer: Puput Puspita Ningrat (203010702029)
A. Latar Belakang
Bimbingan dan konseling merupakan cabang dari pohon filsafat ilmu manusia yaitu membahas mengenai kondisi jiwa, perilaku manusia dan pikiran manusia, yang dikenal sebagai ilmu psikologi. Bimbingan dan konseling sebagai keilmuan yang memiliki nilai dan tujuan bagi kemajuan manusia dalam pendidikan dan proses belajar, memiliki nilai etika dan estetika dalam prinsip dan proses keilmuan bagi manusia sebagai makhluk yang holistik. Oleh karena itu, pada artikel ini akan dijelaskan mengenai pertimbangan etika dalam keilmuan bimbingan dan konseling sebuah ilmu.
B. Metode Penelitian
Penelitian pada jurnal menggunakan metode penelitian kajian literatur dari berbagai sumber yang relevan sebagai bahan dari penjelasan.
C. Teori Pembahasan
Bimbingan dan konseling merupakan cabang dari pohon filsafat ilmu manusia yaitu ilmu psikologi. Sejak jaman Yunani kuno, Aristoteles telah fokus pada bagaimana memahami manusia dan alam bekerja dilihat dari segi moral yang dikenal dengan filsafat moral. Filsafat moral disebut juga dengan etika, karena etika adalah cabang dari filsafat yang membicarakan tentang nilai baik dan buruk. Dalam perkembanganya, etika dibagi dua, yaitu:
1. Etika umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori etika dan prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak.
2. Etika khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus, berwujud bagaimana pengambilan keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang dilakukan yang didasari oleh cara, teori dan prinsip moral dasar.
Proses filsafat moral atau etika dalam konseling sebagai ilmu adalah membentuk individu manusia agar melakukan komunikasi dan interaksi sosial dengan konselor untuk mengungkapkan konflik internal yang saling interaksi dengan dunia luar, sehingga membentuk konsep yang bisa dipahami oleh konseli dengan informasi yang terjadi melalui dialog konselor dengan konseli.
Melalui pendekatan filsafat etika dialektika, konselor diperkuat untuk bisa menganalisis dan membantu pembentukan pribadi konseli. Pendekatan yang dilakukan tergantung target dari masing-masing pendekatan teori yang tokoh psikologi susun, pendekatan ini adalah tujuan untuk membentuk etika yang perlu dibentuk konseli.
Sebagai sebuah disiplin ilmu, konseling memiliki dimensi etika dan nilai yang harus dijunjung tinggi, yaitu:
1. Dimensi etika dalam hubungan konseling dalam proses terapeutik yaitu antara konselor dengan klien/konseli.
2. Dimensi etika dari karakter konselor/psikoterapi.
Dalam pandangan John McLeod (2010) terdapat etika yang penting dalam konseling, yaitu:
1. Professional Responsibility, yaitu selama proses konseling berlangsung seorang konselor harus bertanggung jawab terhadap konselinya dan dirinya sendiri.
2. Confidentiality, yaitu konselor harus menjaga kerahasiaan konseli.
3. Conveying Relevant Information to the Person on Counseling, maksudnya konseli berhak mendapatkan informasi mengenai proses konseling yang berjalan.
D. Opini Saya dan Kesimpulan
Pada jurnal tersebut, isi jurnal secara tidak langsung sudah dapat tergambar kepada pembaca melalui judul jurnal yang dibuat oleh penulis, yaitu Etika Bimbingan dan Konseling Dalam Pendekatan Filsafat Ilmu. Selain itu, pada bagian pendahuluan juga dijabarkan dengan jelas mengenai latar belakang diangkatnya topik tersebut dalam jurnal.
Kekurangan pada jurnal ialah penulis menulis bagian abstrak jurnal hanya dalam versi bahasa Inggris dan tidak membuat versi bahasa Indonesia.
Adapun hasil dari penelitian dalam jurnal ini adalah bahwa bimbingan dan konseling sebegai sebuah ilmu terapan dengan multidisipliner ilmu, memiliki peranan penting dalam pendidikan untuk membentuk lingkungan dan kondisi konseli/klien agar menjadi lebih baik dengan menerapkan dimensi etika yang menjadi dasar filosofis moral untuk ilmu bimbingan dan konseling. Konselor haruslah menjunjung tinggi nilai etika dalam melaksanakan keahlian Konselingnya dan mempribadikan dimensi etika konseling tersebut dalam praktik pelayanan konseling.
E. Kepustakaan
Faiz, Alfaiz, dkk. (2018). Etika Bimbingan dan Konseling Dalam Pendekatan Filsafat Ilmu. Indonesian Journal of Education Counseling. 2, 1-12