Review Jurnal Filsafat Internasional: The National Sience Foundation and Philosophy of Science's Withdrawal From Social Concerns
Mata Kulaih: Filsafat Ilmu
Nama : Puput Puspita Ningrat
Nim : 203010702029
Jurusan: Ilmu Administrasi Negara/A
Review Jurnal Filsafat Internasional
Judul Jurnal : The Natural Sience Foundation and Philosophy of Science's Withdrawal From Social Concerns
Jurnal : Studies in History and Philosophy of Science
Penulis : Krist Veesena & Joel Katzav
Volume : vol 78 halaman 73-82
Tahun : 2019
DOI : https://doi.org/10.1016/j.shpsa.2019.01.001
Reviewer : Puput Puspita Ningrat (203010702029)
A. Pendahuluan
Topik yang dibahas dalam jurnal berjudul The National Sience Foundation and Philosophy of Science's Withdrawal From Social Concerns yang merupakan sub-program dari History and Philosophy of Science (HPS) dalam program National Science Foundation (NSF) ini apabila dikaji dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka akan memberikan kita pemahaman mengenai permasalahan filsafat di era tahun 1950-an. Dibeberapa titik selama tahun 1950-an arus utama filsafat sains di Amerika mulai semakin menghindari pertanyaan tentang peran nilai non-kognitif dalam sains dan karenanya semakin terbungkam dengan masalah sosial, politik dan moral. Pada gilirannya, kebijakan-kebijakan ditetapkan oleh empiris logis yang mendukung nilai filsafat ilmu bebas nilai. Jurnal ini juga menginformasikan analisis penulis tentang proyek NSF pada pandangan para filsuf yang mempengaruhi alokasi dana NSF. Sedikit penjelasan diatas diharapkan telah memberikan gambaran kepada kita semua tentang betapa menariknya jurnal ini. Dan berikut dipaparkan bentuk review dari jurnal ini.
B. Isi Jurnal
Sebelum tahun 1950-an, hal standar bagi para filsuf sain Amerika untuk menangani masalah ideologi politik dan kebijakan ilmu pengetahuan. Serta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang peran non-kognitif pada nilai-nilai dalam sains. Namun, dibeberapa titik selama tahun 1950-an dalam konteks sosial, filsafat ilmu mulai kehilangan keunggulannya. Berdasarkan hal ini, seorang filsuf sains membuat keputusan dalam sub-program "History and Philosophy of Science" dari National Science Foundation. Keputusan ini dibuat dengan lebih mengedepankan pendekatan bebas nilai dengan mengorbankan pendekatan yang sarat nilai (kognitif dan normatif)
Pada bagian pertama jurnal ini berisi pengantar mengenai hal tersebut. Dibagian kedua, menjelaskan pada tahun 1950-an dan awal tahun 1960-an perbedaan antara filsafat sains yang bebas nilai dan sarat nilai. Pada bagian tiga mejelaskan dan meringkas keputusan pendanaan yang dibuat dalam enam tahun pertama sub-program HPS (1958-1963). Hampir semua karya filosofis mendapat dukungan dari NSF sesuai dengan cita-cita bebas nilai seperti kemudian dipahami. Dibagian empat menerangkan pendapat penulis bahwa cita-cita dan filosofis empiris logis dibelakang itu didukung oleh para filsuf ilmu yang terlibat sebagai penasihat dai sub-program ini. Pada bagian lima menyarankan bahwa penggunaan kontrol kelembagaan di NSF, karena dorongan dana yang diberikan untuk karir penelitian dan karena keunggulan NSF merupakan penyebab penting penarikan filsafat ilmu dari masalah sosial. Sedangkan pada bagian enam merupakan akhir dan bagian diskusi yang berisi simpulan atas keseluruhan isi jurnal.
C. Uraian dan Contoh
Dalam"The Rise of Scientific Philosophy (1951) karya Reichenbach disebutkan bahwa sebuah pernyataan paling berpengaruh pada tahun 1950-an yaitu tentang pandangan bahwa filsafat ilmu harus bebas nilai. Menurutnya, pengetahuan hadir dalam dua bentuk yaitu kenyataan analitik dan aintetik. Kenyataan analitik bersifat kosong dan tidak diterapkan secara empiris. Sedangkan kenyataan sintetik menyangkut masalah fakta dan ditetapkan secara empiris. Yang dikatakan Reichenbach terkait empirisme logis tentang filsuf sains dan nilai kognitif adalah bahwa filsuf sains tidak berurusan dengan nilai-nilai non-kognitif baik secara deskriptif maupun normatif. Pendekatan yang memenuhi ketentuan ini kemudian disebut sebagai pendekatan bebas nilai.
Ilmu bebas nilai mengemukakan bahwa antara ilmu dan nilai tidak ada kaitannya, keduanya berdiri sendiri Contoh nyata dari hal ini adalah pengembangan teknologi air conditioner (AC), yang ternyata berpengaruh pada pemanasan global dan lubang ozon semakin melebar, tetapi ilmu pembuatan alat pendingin ruangan ini tetap diteruskan semata untuk pengembangan teknologi itu dengan tanpa memperdulikan dampak yang ditimbulkannya pada lingkungan sekitar dan nilai-nilai kemanusiaan dibaliknya. Karena dalam ilmu bebas nilai tujuan dari ilmu itu untuk ilmu.
D. Analisi Kritis dan Solusi
Filsuf analitik menggunakan kontrol kelembagaan untuk memiringkan pendekatan lain untuk filsafat. Jurnal ini berisi tentang pengenalan sebuah sub-program yaitu History and Philosophy of Science (HPS) dari sebuah organisasi bernama National Science Foundation (NSF). Para filsuf yang bersimpati pada empiris logis menggunakan sub-program HPS dan NSF ini untuk memiringkan filsafat ilmu yang sarat nilai selama periode 1958-1963. Pada jurnal, tampak bahwa filsafat analitik beroperasi untuk memikirkan filsafat non-analitik.
Sebuah pernyataan menarik yang dibiarkan oleh penelitian penulis dalam jurnal adalah mengapa hampir tidak ada proyek filsafat sains yang didanai oleh NSF selama periode 1958-1963, apakah pendanaan terus mengarah ke pendekatan bebas nilai?
E. Opini Saya dan Kesimpulan
Pada jurnal, penulis menunjukkan bahwa dominasi filsafat sains "bebas nilai" akhirnya bisa dikaitkan sebagian dengan kebijakan "sejarah dan filsafat dari Yayasan Sains Nasional AS Sub-program Sains". Setelah itu, penulis juga menunjukkan tindakan para filsuf yang sesuai dengan pola yang luas. Dengan kata lain, jurnal ini menekankan tentang masalah yang dihadapi pada tahun 1950-an yaitu ketika filsafat ilmu mulai menghindari masalah-masalah sosial. Jurnal ini menjelaskan bagaimana ilmu sains berpengaruh dalam proses penarikan filsafat ilmu dari masalah-? masalah sosial.
F. Kepustakaan
Vaesena, K., Katzav, J. 2019. The National Science Foundation and Philosophy of Science's Withdrawal From Social Concerns. Studies in History and Philosophy of Science, 78, 73-82