Review Jurnal Filsafat Internasional: Experimental Philosophy and Philosophical Instution
Mata Kuliah : Filsafat Ilmu
Nama : Puput Puspita Ningrat
Nim : 203010702029
Jurusan : Ilmu Administrasi Negara/A
Review Jurnal Filsafat Internasional
Judul Jurnal : Experimental Philosophy and Philosophical Instution
Penulis : Ernest Sosa
Halaman : 99-107
Tahun : 2007
DOI : 10.1007/s11098-006-9050-3
Reviewer : Puput Puspita Ningrat (203010702029)
A. Pendahuluan
Topik yang dibahas dalam jurnal berjudul Experimental Philosophy and Philosophical Instution karya dari Ernest Sosa ini apabila dikaji dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka akan memberikan kita pemahaman mengenai filosofi eksperimental sebagai gerakan yang naturalis dan berpengaruh kepada filsafat secara umum serta bagaimana hal tersebut menjadi sesuatu yang menjanjikan. Untuk menjelaskan hal tersebut, penulis membawa pembaca untuk melihat hal baru dalam kajian filsafat. Tulisan pada jurnal disini menggiring pembaca untuk menyadari bahwa dalam memahami sesuatu tidak cukup hanya dengan menggandalkan pengalaman indrawi (empiris) tetapi juga harus mengandalkan hal lain yang tidak kalah penting, yaitu intuisi.
Sedikit penjelasan diatas diharapkan telah memberikan gambaran kepada kita semua tentang betapa menariknya jurnal ini. Dan berikut dipaparkan bentuk review dari jurnal karya Ernest Sosa ini.
B. Isi Jurnal
Topik yang diangkat dalam jurnal adalah bagaimana filsafat eksperimen sebagai sebuah gerakan naturalistik (penelitian kualitatif) berkaitan dengan nilai intuisi yang ada dalam filsafat. Pada jurnal, penulis meneliti bagaimana gerakan naturalistik tersebut mampu bertahan dalam filsafat secara lebih umum serta bagaimana bisa hal tersebut menjadi sesuatu yang baru dan menjanjikan.
Filsafat eksperimental bersandar pada filsafat tradisional dengan mempertanyakan apa yang diyakini atau tidak diyakini secara intuitif oleh orang-orang pada umumnya. Yang mana hal ini menentang kebenaran kepercayaan yang dianut secara umum. Dan setiap tantangan didasarkan pada hasil eksperimen tertentu. Tentang bagaimana hasil eksperimen tersebut dapat berpengaruh pada masalah filosofis, hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut.
Skeptisme tradisional sangat bergantung pada sebuah konsep bahwa untuk semua hal dapat dikatakan "hidup hanyalah mimpi". Apakah seseorang menikmati kehidupan nyatanya atau mimpinya yang diperpanjang. Mungkin bermimpi lebih seperti membayangkan ketimbang berhalusinasi. Bahkan jika itu adalah bagian dari akal sehat bahwa dalam bermimpi kita memiliki pengalaman sadar secara intrinsik sama seperti kehidupan nyata, pendekatan berbasis eksperimen mungkin menunjukkan bahwa akal sehat itu salah, dengan cara yang sangat menentukan sepanjang tahun mengenai masalah filsafat dan skeptis radikal.
Bagaimanapun, sebagian besar pekerjaan aktual sejauh ini dilakukan dalam filsafat eksperimental melibatkan psikologi sosial. Beberapa karya paling populer telah melibatkan survey untuk menyelidiki dan mempertanyakan intuisi seseorang tentang filosofis masalah. Jadi, hal baru mungkin melibatkan pengerjaan yang dilakukan dengan sadari diri secara metodologis pendekatan tersebut.
Hal ini adalah sisi filsafat eksperimental yang dilakukan dengan berdiskusi. Jika intuisi dipertahankan secara abstrak sebagai suatu sumber ilmu pengetahuan yang normatif maka perannya dalam kesusepistemik akan menjadi lebih kecil jika dibandingkan dengan pengetahuan tentang fakta-fakta ilmiah yang relevan dan kelebihan berbagai metode pengumpulan informasi. Dalam epistemologi penggunaanan intuisi seharusnya sebagai suatu analogi dengan cara pengamatan dalam ilmu empiris. Data ilmu empiris tidak hanya meliputi pengamatan oleh spesialis, tetapi juga tentang kebenaran subyek mengenai sebuah kasus. Jadi disini kita bisa menarik suatu fakta bahwa ilmu empiris bukan hanya membahasa kebenaran normatif saja seperti halnya intuisi tetapi lebih menekankan pada sebuah kebenaran yang empiris.
C. Uraian dan Contoh
Jurnal internasional ini membahas dua tema besar secara sekaligus, yaitu tentang ilmu filsafat eksperimental sebagai sebuah gerakan naturalistik dan nilai intuisi yang ada dalam filsafat. Secara umum, dapat dikatakan bahwa filsafat eksperimental adalah suatu cara manusia dalam melakukan suatu percobaan dengan hanya menggunakan kekuatan pikiran atau imajinasi semata tanpa melakukan percobaan secara spesifik. Filsafat eksperimental ini berlandaskan pada sebuah filosofi tradisional, yaitu skeptisme tradisional hanya bergantung pada sebuah ide.
Filsafat eksperimental secara tidak langsung juga berkaitan dengan intuisi. Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional. Dengan kata lain, pemahaman tersebut tiba-tiba datang diluar kesadaran. Dalam filsafat eksperimental, data yang diambil dari proses intuisi merupakan data tambahan yang bernilai penting selain pengetahuan yang dihasilkan oleh pengindraan. Dengan intuisi seseorang bisa menyingkap realita dan kenyataan yang sebenarnya.
Sebagai mahasiswa yang berada dilingkungan ilmu-ilmu sosial yang juga mempelajari filsafat, disini saya mencoba memberikan contoh nyata dari penjelasan diatas sebagai berikut. Pada masa pandemi covid-19 yang turut melanda Indonesia membuat perekonomian Indonesia menurun. Pemerintah dalam upaya mengatasi hal ini tidak hanya menganalisis dari masalah yang tampak tapi juga mempertimbangkan aspek normatif yang diperoleh dari pertimbangan intuitif. Karena itulah pemerintah mengeluarkan program kartu prakerja untuk membantu keuangan rakyat yang kehilangan pekerjaan maupun penghasilan karena diterapkannya lockdown maupun PSBB sebagai dampak dari pandemi global ini.
D. Analisis Kritis dan Solusi
Filsafat eksperimental sangat penting bagi ilmu pengetahuan terutama dibidang filsafat yang bahasannya sering kali empiris. Dalam jurnal ini penulis memaparkan hasil dari suatu survei dimana ia menanyakan apakah para ilmuan telah melakukan tanggung jawab moral dengan baik. Dan hasil survei tersebut menunjukkan bahwa sekitar 80% responden mengatakan bahwa mereka tidak melakukan tanggung jawab moral dengan baik. Survey ini dirasa perlu karena pertanggung jawaban dari suatu tindakan akan menggambarkan sifat dan kredibilitas diri seseorang. Sedangkan, intuisi diartikan sebagai istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Filsafat eksperimental yang mengusung intuisi filosofis membawa banyak aspek positif yang membantu suatu bidang keilmuan mengungkap suatu problem.
E. Opini Saya dan Kesimpulan
Bagian abstrak jurnal ini telah menggambarkan keseluruhan dari isi jurnal. Dengan membaca bagian abstrak kita bisa mengetahui bahwa topik yang ingin diangkat penulis dalam jurnal adalah filsafat eksperimental dan keterikatannya dengan filosofis intuisi. Secara garis besar, jurnal karya Ernest Sosa ini membahas suatu tema yang baru dan lebih menjanjikan dalam filsafat. Filsafat eksperimental merupakan bidang filsafat yang berlandaskan pada filsafat tradisional. Dalam filsafat eksperimental, selain data yang diperoleh dari hasil pengindraan terdapat juga hasil dari penalaran intuitif. Dengan memahami jurnal ini kita bisa mengetahui bahwa segala sesuatu yang terlihat dan tampak didepan kita tidak selalu seperti apa yang kita lihat dan hanya kolaborasi dengan intuisilah yang dapat menyingkap kebenaran sesungguhnya.
F. Kepustakaan
Sosa, Ernest. (2007). Experimental Philosophy and Philosophical Instution. Philosophy Study, 132.99-107.